Retrovibe by GOG poster

Bila membicarakan soal perkembangan PC game digital storefront tahun ini sepertinya resmi menjadi tahunnya GOG. Semenjak menjadi perusahaan independen seutuhnya setelah berpisah dari CD Projekt RED pada akhir tahun 2025 lalu, Michał Kiciński sebagai co-founder dan pemilik kini memulai gebrakan baru dengan Retrovibe.

GOG terbukti bukan hanya sebatas PC game digital storefront yang menawarkan rilisan game-game jadul dan beberapa lainnya dengan DRM-free, secara mengejutkan langkah ini berangsur-angsur mulai dipandang setelah isu akan kepemilikan game digital mulai akan dibatasi, para gamers di PC mulai mempertimbangkan untuk membeli sebagian koleksi gamenya lewat GOG sebagai langkah preservasi, termasuk salah satunya fitur classic restoration dengan mengajak audiens untuk berpartisipasi meminta judul-judul klasik untuk bisa dirilis ulang.

Tidak selesai sampai disana, hari ini pun GOG kembali mengumumkan fitur atau langkah terbaru dengan mengenalkan Retrovibe by GOG yang menggabungkan pengalaman penerbitan multiplatform Retrovibe dengan keahlian dan jangkauan GOG. Bersama-sama, keduanya membantu developer independen menghadirkan game-game unik kepada para pemain di berbagai storefront PC dan konsol, dengan dukungan langsung mulai dari pengembangan dan pemasaran hingga peluncuran dan seterusnya.

Retrovibe by GOG

retrovibe team picture

Retrovibe akan menjadi layaknya sebuah publisher pada umumnya, yakni perusahaan akan berfokus pada pendanaan, pemasaran, menjalin hubungan dengan kreator dan media, serta mendapatkan sertifikasi game untuk dirilis. Kemudian berikut adalah poin-poin penting yang akan didapat para developer,

Positioning and marketing strategy 

Penentuan posisi yang tepat, pesan yang jelas, dan rencana pemasaran yang dibangun berdasarkan hal-hal yang membuat game si developer unik.

Community and creator activation

Upaya menjangkau kreator, program komunitas, dan para pemain yang hadir untuk game indie.

Development & Market support

Panduan produksi, QA, bantuan untuk porting, dan hubungan pada platform di seluruh PC dan konsol.

Long-tail lifecycle support

Pembaruan, strategi penjualan, dan pertumbuhan komunitas terus berlanjut jauh setelah minggu peluncuran berakhir.

Selain itu melalui tab FaQ pada websitenya, developer akan sepenuhnya mendapat kontrol kreatif atas game yang mereka kembangkan lalu meskipun Retrovibe menawarkan  untuk juga merilis game pada konsol, developer tidak diberikan paksaan akan hal tersebut, mereka bisa hanya merilis gamenya untuk platform PC atau bahkan jika mau hanya eksklusif di platform GOG.

Program ini sendiri sudah punya lineup gamenya yang akan dirilis segera, yakni Cop Bastard, Project Warlock: Lost Chapter, Shardpunk 2, The Looter, After Hell Frozes Over dan 10 judul lagi yang akan bergiliran rilis dan tidak terbatas pada platform PC untuk Steam dan GOG, melainkan juga Epic Games dan konsol.

sumber: Retrovibe

Bondan Suwarno
Bondan Suwarno
Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *