Playstation store dashboard with PSn logo

Tahun ini Sony atau Playstation tampaknya tidak kurang akan namanya kontroversi, mulai dari pengumuman untuk discontinue produksi blu-ray disc hingga adanya eksperimen dynamic pricing pada playstation store. Kritik dilayangkan dan bak berbicara pada tembok, Sony sepertinya justru akan serius pada fitur dynamic pricing tersebut dengan temuan adanya lowongan pekerjaan untuk posisi tersebut dengan kebutuhan skillset mengenai hal tersebut.

Polemik Eksperimen Dynamic Pricing

Dynamic pricing pada playstation store sendiri pertama kali ditemukan oleh VGC pada bulan maret 2026 ini dengan menampilkan potongan harga pada spesifik game hingga 17.6% untuk pengguna berbeda. Informasi ini kemudian dielaborasi lebih lanjut lewat data yang dikumpulkan secara independen oleh PS Prices yang pada investigasinya ditemukan bahwa fitur dynamic pricing tersebut dicoba ke lebih dari 70 region dengan total 190 game yang tidak terbatas hanya pada game first party exclusive, melainkan juga beberapa game dari third party publisher juga menjadi subjek dari percobaan kontroversial tersebut.

Beberapa perbedaan harganya pun cukup signifikan. PSprices mencatat pada playstion store region ASt Helldivers 2 muncul dengan harga $28,89 untuk pengguna tertentu di AS, bukan harga regulernya sebesar $39,99, diskon sebesar 27,8%.

Ada juga temuan dari mesin pelacak PS Prices  bahwa peserta eksperimen terkadang menerima diskon yang lebih besar selama periode promosi. Misalnya, pada bulan Februari, beberapa pengguna dilaporkan menerima diskon 56% untuk Helldivers 2, dibandingkan dengan diskon penjualan standar sebesar 25%.

Sekarang lewat temuan oleh The Game Post, Sony sepertinya sudah cukup dengan eksperimennya di awal tahun dan berencana untuk segera mengembangkan fitur ini lebih lanjut, TGP menemukan sebuah lowongan pekerjaan pada greenhouse untuk posisi Direktur Senior Monetisasi Game Digital yang secara eksplisit mengidentifikasi perluasan pada “Intelligent Pricing” dan program “Targeted Offers” sebagai tanggung jawab utama.

Salah satu bagian dari uraian tersebut secara khusus menyebutkan: “Tanggung jawab utama adalah mendorong adopsi dan evolusi Intelligent Pricing, memperluas dampak program targeted offers, dan mempercepat pengembangan kemampuan monetisasi di masa mendatang di seluruh Toko.” Sony juga menyebut Intelligent Pricing sebagai kemampuan yang sudah ada dan ingin dikembangkan lebih lanjut, bukan sekadar fitur eksperimental baru. Targeted Offers juga digambarkan sebagai program khusus yang dampaknya ingin diperluas oleh perusahaan. 

Iklan lowongan kerja tersebut juga membahas tentang membangun kemampuan monetisasi di masa depan menggunakan data, otomatisasi, dan AI. Secara spesifik Sony menyebutkan penggunaan preferensi pemain, data perilaku, segmentasi, dan eksperimen untuk menyesuaikan pengalaman di Store.

sumber: The Game Post

Fakhri Sholih
Fakhri Sholih
Articles: 71

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *