
Assassin’s Creed Jade diumumkan oleh Ubisoft bersama Tencent, yang merupakan kerjasama antar keduanya untuk membawa series ini ke ranah game mobile.
Namun, Assassin’s Creed Jade yang sudah diumumkan pada tahun 2022 lalu bukanlah satu-satunya project kolaborasi Ubisoft dan Tencent Level Infinite.
Temuan dari media MP1ST hari ini menerbitkan artikel tentang satu project assassin’s creed yang juga bersetting di china pada masa kuno, tepatnya di tahun 206 sebelum masehi.
Assassin’s Creed Destiny

Lewat bocoran video gameplay sepanjang 6 menit tersebut, diketahui latar dan setting waktu untuk assassin’s creed destiny ada di zaman dinasti qin pada tahun 206 sebelum masehi.
Project yang sebelumnya tidak dikenal ini dipimpin oleh TiMi Studio Group, anak perusahaan Tencent yang juga mengerjakan Jade. Awal pengembangannya tidak jelas, tetapi berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh MP1ST. Tampaknya proyek ini telah dibatalkan lebih awal, karena sebagian besar materi berasal dari prototipe bulan Februari 2025.
Di video bocoran tersebut utamanya menampilkan misi di mana seorang assassin wanita harus mencapai artefak misterius yang terletak di dalam istana suci yang dikepung oleh tokoh sejarah Xiang Yu dan pasukannya. Terdapat juga sekilas pengerjaan awal pertarungan bos yang melibatkan panglima perang Tiongkok tersebut.
Cuplikan tersebut juga memberikan gambaran tentang elemen gameplay lainnya, seperti stelth dan leap of faith yang ikonik. Satu cuplikan menunjukkan pemain menggunakan senjata berputar mirip payung di lingkungan pengujian sementara, dengan ikon kemampuan bergaya kuas tinta, health bar, dan bilah hiasan dengan lambang yin-yang yang terlihat pada layar.
Kemudian terdapat satu placeholder untuk memilih gender protagonis, meskipun masih belum diketahui apakah sekedar opsi tau destiny juga akan menerapkan sistem dual protagonis seperti pada assassin’s creed shadows baru-baru ini.
Namanya juga “Destiny” alias Nasib
Tapi sayangnya, sebulan sebelum prototype selesai TiMi mengumumkan adanya restrukturisasi perusahaan yang membuat studio kini terbagi menjadi empat tim tau divisi, dan kemudian assassin’s creed destiny dibatalkan.
Beberapa proyek lain juga dibatalkan seiring waktu. Athena, game action third-person dari mitologi Yunani, sedang dalam masa pengembangan antara tahun 2024 dan 2026. Proyek lainnya adalah Invictus, game open world bergaya cyberpunk yang disutradarai oleh veteran Assassin’s Creed, Ashraf Ismail, di divisi Montreal milik TiMi, dengan pengembangan yang berakhir setelah penutupan cabang tersebut pada awal Februari lalu.
Kini hanya tersisa Jade sebagai produk kolaborasi antara ubisoft dengan tencent, dan belum diketahui apakah keduanya juga punya proyek lain seperti destiny yang baru diketahui saat ini.
Assassin’s Creed Jade sendiri juga hingga kini belum mendapatkan kabar resmi tau update terbaru, meskipun dalam saatu tahun terakhir terdapat beberpa bocoran gameplay untuk fase alpha-nya. Tidak mengherankn bila nantinya terdapat beberapa asset dari destiny yang masuk dalam jade.
Tidak menutup kemungkinan juga ubisoft dan tencent akan memasukkan satu dua skenario awal dari destiny untuk dijadikaan cerita, side quest atau material pada jade, mengingat jade sendiri diketahui akan menjadi game live service.
sumber: MP1ST










