phantom blade zero goldenposter with steam concurernt player and logo overlay

Phantom Blade Zero menjadi penutup bulan Oktober tahun ini dengan perilisan monumental sebagai salah satu game AAA dari studio china berikutnya. S-Game digadadang akan meneruskan suksesnya perilisan Black Myth Wukong pada tahun 2024 lalu, dan ternyata sesuai dengan dugaan. Pada hari-hari pertamanya rilis Phantom Blade Zero sudah dibuka dengan lebih dari 500 ribu pemain, yang kemudian angkanya terus naik hingga menjadi 700 ribu pemain terbanyak di Steam.

Antusiaisme para penggemar tersebut juga ternyata sesuai dengan prediksi bahwa opening wekened yang dimulai pada hari Jumat hingga Minggu tanggal 1 November kemarin akan menjadi puncak dan mencatat rekor terbaru, setidaknya untuk di Steam. Kini berdasarkan data data yang dilacak oleh SteamDB, Phantom Blade Zero dimainkan lebih dari 833.912 pemain pda jumlah terbanyaknya dalam 24 jam terakhir.

Bukan Soulslike, Tapi Game Aksi Pelepas Penat

Saat pertamakali diumumkan, Phantom Blade Zero layaknya Black Myth Wukong yang dicap sebagai game soulslike oleh audiens dari barat, dan sempat mendapat kritik karena jenuhnya rilisan game soulslike dalam beberapa tahun terakhir. Namun, baik Black Myth Wukong dan Phantom Blade Zero bukan sepenuhnya game soulslike, melainkan game action dengan meminjam beberapa aspek yang familiar pada game-game souls populer.

Hal ini sempat dibuka lebih lanjut oleh sang sutradara gamenya “Soulframe” Liang minggu lalu yang merefleksikan diri saat mengembangkan Phantom Blade Zero dan akan jadi seperti apa game impiannya tersebut, termasuk di tengah-tengah industri video game saat ini,

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mencermati banyak konvensi yang selama ini dianggap sebagai aturan tak tertulis dalam action RPG dan action game itu sendiri. Kami bertanya pada diri sendiri apa yang paling diinginkan pemain, dan bagaimana menggabungkan elemen-elemen tersebut untuk mencapai tujuan kami: sebuah game yang dapat dinikmati oleh semua orang yang menyukai wuxia dan aksi spektakuler. Lagipula, ini adalah sebuah game,” kata Liang.

Bagian terakhir itu, menurut saya, terdengar seperti jawaban langsung terhadap keberadaan game Soulslike dalam beberapa tahun terakhir. Saya sama sekali tidak menghakimi penggemar Soulslike, tetapi menyenangkan melihat action RPG baru yang ditujukan untuk kalangan yang lebih kasual ketika sudah ada begitu banyak game yang membanggakan diri sebagai game yang sangat sulit. Lagipula, ini adalah sebuah game.

Soulframe Liang sendiri dan timnya ingin lebih banyak pemain bisa menikmati Phantom Blade Zero dan tetap menawarkan sebuah adrenalin bagi mereka yang menginginkan adanya tantangan. Hal seperti ini yang mungkin membuat perilisan Phantom Blade Zero cukup ramai dimainkan pada minggu awal debutnya, meskipun kasusnya sama dengan perilisan Black Myth Wukong yang mana 3/4 dari pemainnya berasal dari china. Karena turunnya angka jumlah pemain di Steam memperlihatkan data yang identik dengan hanya meyisahkan sekitar 100 ribu pemain saat jam non aktif di china atau malam hari. Data ini juga sekaligus mengindikasiakn bahwa pasar video game di china tidak bisa diremehkan dan akan terlihat sama besarnya dengan amerika dan eropa dari segi pemain dan buying power.

sumber: steamdb


Jika kalian suka dengan artikel yang kami tulis, Bisa dukung kami melalui Saweria.

Untuk yang mau interaksi lebih lanjut, Jangan lupa juga ikuti Ministry of Gamers di berbagai sosial media. Twitter, Facebook, Threads, atau Instagram  yang mana untuk tetap bisa up to date dengan berita, rumor, maupun review.

Fakhri Sholih
Fakhri Sholih
Articles: 67

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *