
Tidak ada yang lebih menyedihkan bagi para fans Prince of Persia setelah mengetahui pada bulan Januari 2026 ini Ubisoft membatalkan proyek tersebut. Kabar dari Prince of Persia The Sands of Time Remake selalu ditunggu para penggemar setianya sejak pertama kali diumumkan pada tahun 2020 lalu. Namun pengembangannya yang tidak jelas dan menemui berbagai cobaan membuat para penggemar sempat kehilangan semangat, walaupun tetap optimis setiap kali rumor bertebaran akan kelanjutnya.
Prince of Persia The Sands of Time Remake sendiri awalnya dikembangkan oleh Ubisoft Pune dan Ubisoft Mumbai, kemudian tanggung jawab berpindah ke Ubisoft Montreal pada tahun 2022 karena adanya berbagai masalah, namun ya jujur saja masuk ke dekade 2020-an hampir tidak ada proyek game dari Ubisoft yang tidak bermasalah.
Sampai akhirnya lambat laun pengembangan berlanjut yang tidak disangka menemui akhir dengan pembatalan pada Januari 2026 ini, Ubisoft berasalan bahwa tim di Montreal masih butuh banyak waktu dan biaya tambahan, belum lagi banyaknya beban kerja pada tim lain untuk proyek lainnya di Ubisoft Montreal, hal ini membuat Ubisoft tidak punya pilihan selain membatalkan proyek tersebut. Sekalipun terdapat rumor bahwa proses dari Prince of Persia tersebut sudah memasuki tahap akhir.
Tawaran Uang Dadakan dari Fans
Dua hari lalu terdapat satu post pada subredit Prince of Persia yang sedikit membuat geleng-geleng kepala, pasalnya fans tersebut menawarkan untuk memberikan bantuan pendanaan sekitar €5jt euro agar Ubisoft mau melanjutkan proses pengembangan dari Prince of Persia The Sands of Time Remake, ia menuliskan juga bahwa budget dari pendaan tersebut bisa lebih dari angka yang ia tawarkan. Meskipun begitu, ia tidak akan mengambil alih maupun kontrol pada keputusan kreatif, keuntungan finansial maupun ambil bagian dari hak kekayaan intelektual Prince of Persia dari Ubisoft, motivasinya murni karena ia merasa begitu kecewa dan sedih, sama seperti fans lain di seluruh dunia akan keputusan perusahaan pada januari tahun ini.
Fans tersebut juga tidak memaksakan proposalnya, dan berharap jika ada pihak maupun medium yang bisa meneruskan niatnya tersebut ia dengan senang hati untuk mengikuti prosedur yang ada dan bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan departemen yang bertanggung jawab perihal hal tersebut.
Sejujurnya ini merupakan gestur yang positif serta memperlihatakna bagaimana kuatnya hubungan komunitas atau fanbase kepada suatu IP. Namun, hal ini juga bukan permasalahan sepele seperti kita yang meminjamkan uang kepada kerabat maupun teman, sebagai sebuah perusahaan yang berdiri di atas hukum, hal ini juga bisa memancing akan adanya penggelapan pajak, belum lagi perusahaan harus meninjau asal muasal dana tersebut serta menilai keputusan hukum dan keuangan dengan kemungkinan bisa tidaknya modal tersebut melanjutkan proyek yang sudah dibatalkan.
Selain masalah hukum dan keuangan, menerima uang tersebut sama halnya dengan menginjak ranjau yang bukan lagi terkubur di tanah melaikan di permukaan. Hal ini akan membuat brand image dari ubisoft terlihat lemah dan “patut dikasihani” dengan menerima uang donasi dari komunitas, yang mana jika melihat lebih jauh tawaran ini justru lebih banyak sisi negatif daripada positif di mata perusahaan video game sebesar Ubisoft. Tapi, menurut kalian bagaiamana, apakah ubisoft akan membalas gestur positif ini atau membiarkannya seperti angin lalu?
sumber: reddit
Jika kalian suka dengan artikel yang kami tulis, Bisa dukung kami melalui Saweria.
Untuk yang mau interaksi lebih lanjut, Jangan lupa juga ikuti Ministry of Gamers di berbagai sosial media. Twitter, Facebook, Threads, atau Instagram yang mana untuk tetap bisa up to date dengan berita, rumor, maupun review.







