
Beberapa jam setelah pengguna di reddit menemukan adanya listing mouse terbaru, Corsair akhirnya merilis video untuk memperkenalkan mouse gaming flagship terbarunya yakni Sabre V3 Pro PureVector yang bekerjasama dengan Aimlab.
Mouse gaming dengan desain yang mengingatkan pada EC3 ini rilis dengan enam SKU sekaligus, yang mana para fans bisa memilih untuk membeli versi ergonomic atau versi ambidextrous. Setiap pilihan hadir dengan 3 jenis cangkang ultra light body, MG body atau magnesium alloy dan terakhir carbon fiber. Langkah yang cukup berani dan menarik dari Corsair dengan menghadirkan pilihan selengkap ini disaat branad dan pabrikan mouse gaming lebih memilih untuk merilis versi tersebut di periode waktu lain, seperti Razer yang dengan Viper V4 Pro dan Deathadder V4 Pro yang akan punya tipe bahan cangkang carbon fiber dengan jenjang waktu perilisan yang berbeda pula.
Secara singkat Sabre V3 Pro PureVector hadir dengan spesifikasi sensor MARKSMAN X sebesar 42.000 DPI, 800 IPS tracking speed dengan optical switch untuk setiap button pada mouse yang ditenagai dengan hyperporling hingga 8.000kHz dan chipset Nordic 54-series untuk konektivitas dan akurasi wireless super akurat.
Teknologi PureVector

Sepertinya Corsair tidak akan merilis mouse terbaru ini jika bukan karena teknologi PureVector yang disematkan pada Sabre V3 Pro ini yang didesain bersama Aimlab, secara sederhana fitur ini sendiri Fitur ini dibangun berdasarkan algoritma yang dipatenkan dan lebih dari 4 miliar dataset tentang bagaimana pemain membidik, yang dikumpulkan melalui Aimlabs, platform pelatihan membidik nomor satu dengan lebih dari 50 juta unduhan. Tujuannya adalah untuk mengganti penghitungan skala seragam tersebut dengan sensitivitas yang dibangun dari cara pemain individu, sehingga kursor mencapai target dengan lebih sedikit overshoot dan koreksi dan membantu pemain membidik lebih cepat. Setelah dikalibrasi, pengaturan disimpan ke dalam mouse dan berlaku di game apa pun tanpa perangkat lunak latar belakang, memberikan peningkatan Kecepatan Membidik hingga 81ms, peningkatan 33% dalam fase membidik.
Corsair dan Aimlab membagi pengambilan data dan sifat ini berdasarkan tiga fase, utamanya saat bermain game first person shooter. Yakni, Detect and Decide, Aim dan teakhir Click

Aimlab melihat pada tiga fase ini terdapat satu yang menjadi common error, yakni pada aim phase dan disinilah PureVector memanfaatkan data tersebut yang diklaim akan membuat peningkatan pada sensor dan pergerakan pada mouse berikutnya.
PureVector dibangun di atas algoritma yang dipatenkan dan lebih dari 4 miliar dataset, yang dikembangkan melalui kolaborasi CORSAIR dan Aimlabs yang mana akan bekerja dalam empat tahapan, dimulai dari Measure, kemudian Calculate, Adjust dan Save.
Berdasarkan data dari aimlab inilah nantinya fase pada Aim akan dikembangkan lebih jauh untuk mempengaruhi DPI pada mouse yang nantinya dapat menghasilkaan output sensifitas yang lebih akurat, selain itu PureVector akan terus beradaptasi akan bagaimana pengguna bermain seiring berjalannya waktu.

Corsair sendiri mengklaim adanya peningkatan drastis penggunaan PureVector pada pengguna amatir dengan peningkatan di +30% kemudian peningkatan pada pemain ahli di 12% dan terakhir PureVector mungkin tidak terlalu memberikan perubahan besar bagi Pro Player karena hanya mendapat peningkatan sebesar 8%, data ini sendiri didapat pada saat proses di Aimlab SpiderShot pro pada saat sesi PureVector berlangsung.
Opsi Bahan dan Bentuk yang Memanjakan
Corsair Sabre V3 Pro PureVector tidak hanya diperkuat dengan teknologi masa depan PureVector yang diklaim akan menjadi masa depan akan bagaimana sebuah mouse gaming bekerja, melainkan corsair juga memberikan keleluasaan bagi para fans dan calon pelanggannya untuk memilih jenis bahan atau cangkang dan bentuk mouse. Terdaapt dua opsi yakni ergonomis dan ambidextrous yang keduanya masing-masing hadir dengan tiga pilihan bahan, seperti magnesium alloy, ultra light dan carbon fiber. ketiganya tentu punya keunggulan masing-masing dengan ultra light yang punya bobot paling ringan di 41 gram, namun cangkang yang terbuat dari plastik ABS biasa. Berikutnya versi magnesium alloy dengan desain honeycomb body dan bobot 55gram dan battery life hingga 200 jam pemakaian.

Terakhir corsair juga menyematkan pilihan untuk bahan carbon fiber yang akhir-akhir menjadi tren, yang mana tidak ada satu dua keunggulan khusus pada ukuran, bobot maupun battery life yang identik dengan versi magnesium alloy. Secara garis besar untuk bobot sendiri, pilihan desain ergonomis berkisar antara 41 gram hingga 54 gram, sedangkan versi ambidextrous akan jauh lebih ringan dengan bobot mulai 37 gram hingga 48 gram.
Sebagai mouse flagship dengan teknologi terbaru, tentu saja mouse Sabre V3 Pro PureVector ini juga dibanderol dengan kisaran harga yang premium, tidak ada perbedaan harga antara pilihan ergonomic dengan ambidextrous, perbedaan harganya justru ada pada pilihan cangkang.
- ULTRALIGHT $179.99
- MAGNESIUM ALLOY $199.99
- CARBON FIBER $229.99
Namun kalian yang berminat juga harus bersabar cukup lama, karena stok terbatas, mouse ini sendiri baru akan dikirim setidaknya mulai tanggal 12 April 2027 mendatang. Kemudian untuk perkiraan harga rupiahnya, bila melihat pada konversi kurs dolar ke rupiah saat artikel ini ditulis, maka dari linup Ultralight ke Carbon Fiber harganya berkisar mulai Rp 3.200.000 hingga Rp 4.100.000
Namun jika retailer atau toko pihak ketiga di Indonesia kebagian akan stok dari mouse ini, kemungkinan untuk mendapatkannya sendiri di tahun ini juga bukanlah hal yang mustahil.
sumber: Corsair







