
Perilisan dari Final Fantasy Resonance minggu lalu terbilang menjadi sebuah rilisan yang cukup sukses dari Square Enix untuk IP Final Fantasy setelah megaproyek Final Fantasy 7 Remake series. Tercatat pada Steam sendiri, Final Fantasy Resonance berhasil memecahkan rekor jumlah pemain terbanyak di Steam dalam 24 jam dengan 40.000 ribu lebih pemain, yang mana sebelumnya rekor ini dipegang oleh Final Fantasy 7 Rebirth. Namun, game ini sendiri sebenanrya akan jadi cukup berbeda antara apa yang sebenarnya direncanakan oleh Square Enix jika bukan karena pengaruh Keisuke Nakashima.
Dilansir dari Bloomberg, Produser dari Final Fantasy Resonance Keisuke Nakashima adalah figur paling bertanggung jawab atas suksesnya game ini, karena dalam wawancaranya ia mengatakan bahwa para petinggi di Square Enix awalnya hanya meningingkan sebuah porting sederhana dari sebelumnya Final Fantasy Brave Exvius untuk Resonance dengan salah satunya mengadopsi sistem HD-2D dari Team Asano. Pada tahun 2020 Keisuke Nakahisma mengusulkan sebuah ide kepada para petinggi Square Enix untuk merilis ulang Brave Exvius menjadi game single player dengan kualitas konsol, namun para petinggi awalnya menolak dengan tujuan awal mereka ingin membuat sebuah porting sederhana karena akan jauh lebih murah dan tidak memakan waktu pengembangan yang panjang.
Tentu saja pernyataan tersebut ditolak oleh Nakashima karena niatnya ingin membuat versi original dengan kualitas konsol yang menampilkan pengalaman gameplay yang fantastis. Selain itu, tekad dan visinya sendiri tidak akan sekuat itu jika ia tidak mendengar keluhan dan pendapat langsung dari para fans saat dirinya hadir dalam press tour global untuk Brave Exvius beberapa tahun yang lalu saat gamenya masih aktif. Dirinya mendengar pendapat dan rasa tertarik dari banyak fans untuk Brave Exvius, tapi ragu untuk mencoba karena tidak suka dengan mekanisme gacha pada game tersebut.
“Sangat mengecewakan mendengar orang-orang tidak ingin memainkannya hanya karena elemen gacha-nya. Itu adalah alasan lain mengapa kami ingin menjadikan ini game konsol, untuk menjangkau audiens yang lebih luas.”
Bersama dengan pengalaman langsung menedngar pendapat dari fans, serta potensi dari Brave Exvius yang begitu besar. Keisuke Nakashima yakin bahwa proyek yang kini adalah Final Fantasy Resonance akan bisa dimainkan lebih banyak orangm baik untuk fans lama franchise yang merindukan gameplay turn based, maupun audiens baru yang baru mengenal dan tertarik pada style HD-2D dalam 5 tahun terakhir lewat rilisan game Team Asano.
sumber: Bloomberg
Jika kalian suka dengan artikel yang kami tulis, Bisa dukung kami melalui Saweria.
Untuk yang mau interaksi lebih lanjut, Jangan lupa juga ikuti Ministry of Gamers di berbagai sosial media. Twitter, Facebook, Threads, atau Instagram yang mana untuk tetap bisa up to date dengan berita, rumor, maupun review.







