
Kebangkitan series game fighting di era konsol generasi saat ini sepertinya masih menyisakan hype dari Bloody Roar. Tekken, Street Fighter dan Mortal Kombat masih aktif merilis judul terbaru, dengan SNK yang juga ikut merilis Fatal Fury terbaru serta baru-baru ini SEGA yang akan kembali dengan Virtua Fighter terbaru.
Sebelum Konami pun, Bloody roar sendiri selama ini cukup rumit dengan Hudson Soft yang berganti-ganti publisher mulai dari Sony Interactive Entertainment, Virgin Interactive, Activision, Eighting dan kini Konami yang akhirnya mengakuisisi dan melebur Hudson Soft ke dalam Konami. Sementara Bloody Roar masih menjadi sebuah IP yang nganggur dan terbilang rumit untuk dikembalikan. Sekalipun pemegang merk dagang nya yakni Hudson Soft sudah diakuisisi oleh Konami pada tahun 2012.
Perjalanan Selama 6 Tahun

Konami sendiri sejatinya bukan tidak mau untuk mengembangkan satu judul terbaru Bloody roar atau sekedar merilis ulang, karena hambatan ada pada legalitas dari kepemilikan merek dagangnya. Untuk itu Konami mulai mendaftarkan ulang kepemilikan merek dagang sejak tahun 2020.
Perkembangan dari pengajuan ini sendiri selalu diikuti oleh fans bernama Jerimiah yang selalu memberikan update melalui kanal youtubenya. Pada hari Sabtu kemarin Jeremiah kembali mengunggah video untuk perkembangan merek dagang Bloody Roar tersebut. Kemudian kabar baiknya, Konami kini secara resmi menjadi pemilik mutlak untuk merek dagang tersebut.
Sebelumnya sendiri Konami masih terhalang oleh dua bagian pada pengajuan kembali merek dagang di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada bagian 8 dan bagian 15. Secara sederhana pada bagian 8 atau declaration of use Bloody Roar masih aktif digunakan dalam perdagangan (in commerce). Jika mereka gagal memenuhi tenggat waktu 6 tahun setelah pendaftaran awal mereka di tahun 2020, hak merek tersebut bisa hangus dan dibatalkan.
Berikutnya ada pada bagian paling krusial yakni bagian 15 incontestable status yang merupakan status tertinggi kepemilikan merek. Setelah bagian 15 ini akhirnya diterima, hak milik Konami atas nama Bloody Roar menjadi tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain di pengadilan. Langkah ini secara hukum akhirnya mengukuhkan kepemilikan penuh dan absolut Konami atas IP Bloody Roar setelah sebelumnya sempat melewati masa transisi yang rumit sejak mereka mengakuisisi Hudson Soft pada tahun 2012, pun juga dengan Konami yang sempat keluar dari industri video game dengan berfokus pada bisnis pachinko di akhir tahun 2010 an.
Kabar baik, namun kita masih belum bisa yakin apakah Konami akan merilis judul terbaru, atau sekedar collection volume game-game klasik bloody roar seperti pada metal gear solid collection yang dirilis oleh Konami akhir-akhir ini. Sejatinya pun game fighting bukanlah sebuah produk yang seksi, dan ini bukanlah hal baru mengingat baik Tekken, Street Fighter dan Mortal Kombat sendiri semakin sulit untuk mendapatkan profit bahkan setelah lebih dari 3 tahun pasca perilisan.
sumber: JeriTheOG







